Just another WordPress.com site

Sungkan, Apasihhh?

Tiba-tiba saja pagi ini aku tertarik untuk berdiskusi tentang kata unik yang satu ini, “sungkan”.
menurutku, ga ada definisi yang akurat untuk kata yang satu ini. sungkan adalah salah satu kata dalam Bahasa Jawa yang mempunyai definisi. suatu perasaan malu, segan yang bercampur akibat rasa hormat terhadap sesuatu.
misal, sungkan bilang enggak karena dia lebih tua, lebih kaya, lebih berkuasa, dll.
nah, IMHO, sungkan dalam hidupku (hidupku! bukan hidup orang lain) saat ini lebih banyak mendatangkan rugi daripada untung. contohnya, ketika dalam proses mencari kerja, aku harus bersusah payah menghabiskan waktu seharian untuk melaksanakan serangkaian tes-tes yang melelahkan. ang lain langsung Pada waktu itu, ada 6 orang kandidat. dan 3 orang yang lain ga sore-sore banget kelarnya. lah dalam hati aku percaya diri kalo bakal lolos, karena dua orang yang tertinggal bersamaku langsung diterima dan langsung kerja. trus, di ujung acara aku langsung bertanya ke pihak HRD, “Pak, kapan kira-kira saya dihubungi lagi?” and you know what did he said??? “Nanti mbak seminggu lagi.” oke, maka dengan penasaran dan keyakinan penuh, aku menunggu selama seminggu. Seminggu pun berlalu tanpa ada telepon atau SMS dari bapak ituu. Lah, kalo emang dari awal aku ga diterima, ngapai pake suruh nunggu? pasti si bapak HRD tuh sungkan ke aku, karena mungkin pengen jaga perasaanku biar ga kecewa. tsahhh…. tapi what for gituu??? toh dengan kayak gini sama aja dia ngasih harapan palsu ke aku…
and you know what, hal sungkan tersebut ga terjadi sekali, dua kali. tapi hampir di semua perusahaan. pasti disuruh nunggu, tapi akhirnya ga ada kabar sama sekali…. GELO!!!
kenapa harus ada sungkan???
belum lagi kalo bahas fenomena sungkan tuh di masyarakat, wuiiiiihhh, bakal panjang ceritanya. contoh kecil, ketika si kaya raya dan si miskin hidup bertetangga…. ketika si kaya akan berangkat kerja dan ia punya jemuran baju di depan rumah, dengan entengnya dia pasti berani minta tolong ke si miskin untuk angkatin jemurannya kalo ujan. tapi ketika si miskin yang berangkat kerja dan ia punya jemuran baju, apa berani dia minta tolong ke si kaya raya??? tentu perasaan sungkan tersebut akan mendominasi..
OK, seiring berjalannya waktu, dan mungkin perjalananku masih panjang, selama itu pula aku akan mencari manfaat dari kata sungkan tersebutt.
see yaaaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s