Just another WordPress.com site

Gandholane Ati

gandholane ati…..
ada beberapa kosa kata Bahasa Jawa yang tidak bisa di-Indonesiakan. mungkin bisa, tapi artinya ga bisa pas. misalnya ana wit nangka sempal ngarep omahku. kata yang bergaris bawah kalo di-Indonesiakan bisa berarti patah, putus, atau tumbang. (tapi bagi orang Jawa, padanan tersebut kurang pas) karena sempal itu sendiri berarti patah yang tanpa di sengaja, bisa jadi faktor alam namun tidak bisa digunakan untuk benda kecil, sejenis ranting karena jika ranting yang patah, maka orang Jawa biasa menggunakan kata cuklek
nah loh, ga bisa pas artinya…
ok, kita mulai dari definisi per kosa kata, gandholan artinya bisa bergantung, bergelantungan, berpegangan, dll. dan ati adalah hati…. lah kalo digabung menjadi gandholane ati yang berarti gantungan hati. (tetep aja ga pas).
gandholane ati biasa digunakan untuk menyebut orang yang kita sayangi, karena orang tersebut selalu menggantung di hati kita. But in the other case, gandholane ati juga bisa dipake buat anak emas. nah, itu yang akan dibahas di sini. pembahasan dimulai dari pertanyaan, kapan para orang tua bisa melepas dan merelakan anaknya sebagai pribadi yang dewasa dan bisa mengambil keputusan atas hidup si anak itu sendiri??
ini yang sering meresahkan. kadang para orang tua masih bersikap kekanak-kanakan dengan menganggap golden child mereka sebagai gandholane ati yang terus-menerus harus menuruti kemauan para orang tua tanpa memedulikan apa yang menjadi desire si anak itu sendiri. hufh. dan parahnya lagi, si anak dengan “dungu” nya masih mau saja dikendalikan orang tua di setiap gerak-gerik hidup mereka. ohhh, come on….. wake up pliss….
you have to live your life. this is your own life. not your parents’ life. ok, jangan salah paham dulu, wahai para pembaca yang arif nan budiman, aku hanya membantu kalian untuk membuka mata bahwa kalian adalah pribadi yang dewasa dan matang, yang bisa mengambil keputusan atas jalan hidup kalian. meminta pendapat ke orang tua, sangat disarankan. menerima saran dari oran tua, selama saran itu bagus dan membangun, why not? tapi kalo saran dari orang tua cenderung memerintah dan hanya berdasarkan emosi, you have to think a hundred times before you take it. well, kita lanjut ke contoh kasus.
anak:”mak, aku mau nglanjutin kuliah di ITS”
emak:”ITS? opo kuwi?? ora usah kakean polah. kate dadi opo kuliah nang ITS? wes nang IKIP wae, engko dadi guru.” (karena si emak cupu+jadul, jadi ga ngerti perkembangan jaman. karena itu pula dia ga tau kalo peluang kerja bagi sarjana teknik sungguh sangat besar dibanding menjadi seorang guru. helloooowwwhhh, guru jaman sekarang sudah membludak!!!!! kalo semua jadi guru, siapa yang mau jadi muridnya???)

nah, itu salah satu contoh simpel. sebagai pribadi yang cerdas, apa kalian bakal nurutin kemauan ortu gitu aja??? hey, ga selamanya ortu benar. kadang sebagai anak, kita juga harus bisa ngasih tau ortu tentang perkembangan jaman. dengan cara yang sopan tentunya agar kita juga bisa dapetin rodhonya, karena kita ga bisa mungkir bahwa;
 رضا الله في رضا الوالدين و سخط الله في سخط الوالدين
yang artinya Ridha Allah pada ridha orangtua dan murka Allah pada murka orangtua (H.R.Al-Baihaqy)

ok, simple aja, ga semua orang tua bisa bersikap demokratis. kadang ada orang tua yang tanpa kita sadari bersikap so bossy terhadap anak-anak mereka. itu yang wajib diwaspadai. tanpa mengurangi rasa hormat terhadap orang tua manapun sedikitpun, aku hanya ingin membuka mata kalian bahwa yang bertanggung jawab atas hidup kita, adalah diri kita sendiri…

ok, finally, pertanyaanku masih sama bagi para orang tua manapun seluruh dunia, sampai kapan kalian, para orang tua bisa melepas dan merelakan anak kalian sebagai pribadi yang dewasa dan bisa mengambil keputusan atas hidup merekasendiri??

#reminder

Image

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s